Categories
Berita

Waqf Linked Sukuk Seri Terbaru Disiapkan untuk Ritel

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) sedang menyiapkan peluncuran seri ritel cash waqf linked sukuk. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman menyampaikan prosesnya berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah masih on track, penerbitan masih work in progress, kita masih menunggu kesiapan bersama, termasuk dari BWI,” katanya kepada Republika.co.id, Senin (10/8).

Ia tidak memastikan waktu peluncuran seri SW-002 tersebut dalam waktu dekat atau semester II 2020. Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR, Dwi Irianti Hadiningdyah menyampaikan, seri SW-002 memberikan kesempatan bagi para investor ritel setelah SW-001 khusus untuk institusi.

Seri ritel ini akan memiliki tenor yang lebih pendek daripada SW-001 yang lima tahun. SW-002 memiliki tenor dua tahun. Metode penjualannya akan dilakukan secara offline melalui sejumlah mitra distribusi.

“Saat ini sudah ada empat bank yang akan jadi mitra penyalur, di antaranya Mandiri Syariah, BRI Syariah, Bank Muamalat dan satu lagi sedang proses BNI Syariah,” katanya.

Minimum order SW-002 ini sama seperti seri sukuk ritel SBN Kemenkeu yakni Rp 1 juta sehingga terjangkau untuk semua tipe investor, baik individu maupun lembaga. Sementara untuk kupon akan disesuaikan dan disalurkan kepada penerima manfaat secara periodik.

CWLS adalah produk inovasi terbaru yang menggabungkan instrumen keuangan sosial syariah yakni wakaf dengan sukuk. Wakaf uang yang disalurkan untuk pembelian sukuk ini bersifat wakaf sementara sesuai tenor yang ditetapkan.

Kupon sukuk akan menjadi nilai manfaat yang disalurkan pada mauquf alaih melalui BWI. Dwi menyampaikan sistem pelaporan akan transparan disalurkan pada wakif atau orang yang berwakaf.

“Laporannya akan disampaikan oleh Kemenkeu kepada BWI dan disalurkan ke mitra-mitra distribusi,” katanya. Setelah tenor habis, uang wakif akan dikembalikan 100 persen.

Sumber: republika.co.id

Categories
Berita

Mohammad Nuh Sampaikan Pesan Menyentuh Saat Pelantikan Pengurus BWI Lamongan

Pengurus BWI Perwakilan Kabupaten Lamongan periode masa bhakti 2019-2022 dilantik langsung oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia Prof. Mohammad Nuh di di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (29/7/2020).

Pada kegiatan itu, Prof. Mohammad Nuh memberikan bebera pesan menyentuh hati kepada para Pengurus BWI Perwakilan Kabupaten Lamongan yang baru dilantik, para peserta pembinaan terdiri dari Nadzir, PPAI dan Penyuluh Agama Islam agar melakukan beberapa hal, yaitu, menata niat dalam menjalankan amanat kepengurusan, selalu rukun dan kompak serta militan dalam menjalankan kepengurusan, mengadakan kegiatan sosialisasi wakaf secara periodik, dan membangun kebiasaan berwakaf bagi anak muda melalui sekolah dan kampus.

Lebih lanjut, mantan orang nomor satu di Kementrian Pendidikan di era Pemerintahn Presiden Susilo Bambang Yudhono tersebut, menyarankan kepada pengurus terpilih untuk melakukan pendataan aset wakaf guna disertifikasi segera, memperkuat kompetensi nazhir, dan mengembangkan project percontohan yang jelas yang manfaatnya bisa dirasakan oleh mauquf alaih secara langsung.

“Perlu dilaksanakan pendataan aset wakaf dan segera disertifikasi, perkuat kompetensi nadzir, kembangkan 1-2 project percontohan, dan rapikan laporan pertanggungjawaban secara rutin,” terangnya.

Diakhir sambutannya, Prof. Muhammad Nuh berharap Badan Wakaf di Lamongan memperbanyak kegiatan literasi sosialisasi supaya mampu meningkatkan jumlah wakaf. Serta mendorong para nazhir untuk meningkatkan nilai wakaf.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lamongan H.Fadeli, Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati, Dandim 0812 lamongan Letkol. Inf. Sidiq Wiyono, Wakapolres Lamongan Kompol. Dies Ferra Ningtias, perwakilan organisasi masyarakat, dan lainnya.

Sumber: bwi.go.id

Categories
Berita

Gemar Berwakaf Bisa Menopang Ekonomi Masyarakat

Potensi wakaf di Indonesia yang cukup besar, dapat dijadikan titik balik kebangkitan ekonomi umat Islam. Pengelolaan wakaf ekonomi produktif yang baik diyakini akan berdampak besar pada perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Mengamini hal tersebut, Bupati Lamongan, Fadeli mengatakan wakaf memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, sehingga jika dikelola secara profesional wakaf dapat menopang ekonomi masyarakat Lamongan, bahkan nasional, Rabu (29/07/2020).

“Jika wakaf ini dikelola dengan sungguh-sungguh dan profesional saya yakin akan menjadi besar. Untuk pembangunan sekolah, musholla maupun pesantren. Ini dapat menopang ekonomi masyarakat Lamongan, bahkan perekonomian nasional,” ungkap Fadeli saat pengukuhan Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) perwakilan Kabupaten Lamongan periode 2019 – 2020 di Lamongan, Rabu siang (29/7/2020).

Senada dengan apa yang disampaikan Bupati Fadeli, Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof. Mohammad Nuh menjelaskan wakaf mempunyai dampak besar untuk membangkitkan perekonomian jika masyarakat berwakaf, terutama di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, karena dana wakaf bisa dikelola dan hasil keuntungannya bisa di peruntukan untuk mauquf alaih yang terdampak Covid-19. Dan wakaf dapat menambah surplus di akhirat kelak. Serta,  gemar berwakaf dapat memberikan keuntungan besar, bahkan hingga ke akhirat.

“Dengan berwakaf, infak dan shodaqoh berapapun itu insyaallah dapat menambah surplus kebaikan kita diakhirat,” pungkasnya.

Sumber: bwi.go.id

Categories
Berita

Rumusan Aturan Wakaf Saham: Instrumen Wakaf Produktif

Badan Wakaf Indonesia menggelar roadshow sosalisasi wakaf saham sesi 1 dengan tema “Rumusan Aturan Wakaf Saham Sebagai Instrumen Wakaf Produktif,” melalui saluran media virtual zoom meeting, Sabtu (08/08/2020).

Pada kegiatan tersebut Prof. Nurul Huda, selaku anggota Badan Wakaf Indonesia, menjelaskan, wakaf saham merupakan wakaf dengan objek saham sebagai barang bergerak yang dipandang mampu menstimulus hasil-hasil yang dapat didedikasikan untuk umat.

“Saham juga salah satu bentuk pengembangan wakaf produktif, artinya wakaf yang diperoleh dan dialokasikan dari dan dialokasikan untuk masyarakat,” kata Prof. Nurul Huda.

Lebih mendalam, Prof. Nurul Huda mengatakan wakaf saham juga merupakan pengembangan dari wakaf uang yang lebih dahulu diimplementasikan. Dan Wakaf saham itu dibolehkan dalam Islam dengan syarat saham yang diwakafkan itu saham syariah (yang memiliki underlying asset yang halal) sesuai peraturan perundang-undangan, dilakukan istibdal, dan saham yang diwakafkan itu jelas objek dan nilainya.

Saham yang boleh diwakafkan adalah saham syariah. Saham syariah adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang jenis usaha, produk, dan akadnya sesuai syariah.

“Syarat saham yang boleh diwakafkan itu efek  atau surat berharga yang memiliki konsep penyertaan modal dengan bagi hasil usaha tidak bertentangan dengan prinsip syariah,” ujar Nurul Huda.

Dalam acara roadshow sosalisasi wakaf saham sesi 1 dengan tema “Rumusan Aturan Wakaf Saham Sebagai Instrumen Wakaf Produktif,” dihadiri ratusan peserta dari berbagai golongan seperti: akademisi, mahasiswa, dosen Perguruan Tinggi, investor swasta, pegiat wakaf, forum wakaf produktif, kaum milenial, dan masyarakat umum.

Acara tersebut menampilkan 2 narasumber Prof. Nurul Huda (Pengurus Badan Wakaf Indonesia Divisi Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf), Yunan Akbar (Kepala Unit Pengembangan Produk Syariah Bursa Efek Indonesia), dan moderator Nashr Akbar (Kepala Pusat Studi Wakaf Institut Tazkia).

Materi Webinar Wakaf Saham BWI dengan topik Rumusan Aturan Wakaf Saham Sebagai Instrumen Wakaf Produktif dapat diunduh pada Tautan Ini

Sumber: bwi.go.id

Categories
Berita

Materi Waqf Core Principles Sesi 8

Materi Waqf Core Principles dapat diunduh atau dibaca pada Tautan Ini

Categories
Panduan Wakaf

Panduan Wakaf dengan Poin Telkomsel

Badan Wakaf Indonesia (BWI) sejak beberapa tahun terakhir telah menjalankan beberapa program diversifikasi wakaf. Hal ini dilakukan guna memudahkan masyarakat yang ingin melakukan wakaf.

Sebagai langkah nyata program tersebut,  BWI mengandeng salah satu perusahaan operator jaringan seluler terbesar di Indonesia,  yaitu Telkomsel menerbitkan program wakaf poin.

Langkah Wakaf dengan Poin Telkomsel

  1. Kunjungi situs google.com atau
  2. Bagi pengguna android atau iphone bisa masuk di Google Play Store atau App Store
  3. Cari aplikasi MyTelkomsel
  4. Download MyTelkomsel
  5. Buka aplikasi MyTelkomsel
  6. Registrasi MyTelkomsel (bagi pengguna baru)
  7. Setelah itu, buka MyTelkomsel
  8. Klik Poin
  9. Klik Sub Menu Donasi
  10. Klik Tukar Minimum 50 Poin untuk wakaf senilai Rp. 5000
Categories
Panduan Wakaf

Panduan Sertifikasi Tanah Wakaf

Wakaf merupakan perbuatan mulia dengan tujuan kemaslahatan orang banyak. Bentuk wakaf itu sendiri bermacam-macam. Salah satunya bisa berupa wakaf tanah. Namun, bisa saja tanah wakaf mengalami permasalahan seperti yang menimpa Masjid Riyadhul Jannah Sukoharjo.

Peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bahwa sertifikasi tanah wakaf sangat penting untuk dilakukan. Tujuannya, agar tanah wakaf tidak bisa diagunkan dan memiliki perlindungan lebih kuat karena sertifikat wakaf setara memiliki kedudukan hukum yang lebih tinggi daripada ikrar wakaf dan akta ikrar wakaf. Karena itu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) mendorong nazhir dan masyarakat untuk proaktif mensertifikatkan tanah wakaf ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

 “Sertifikat wakaf itu penting, sama pentingnya dengan sertipikat hak milik (SHM) dan buku nikah. Karena itu, harus segera diurus ke BPN,” kata Ketua Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi Wakaf BWI, Atabik Luthfi, Rabu (6/11/2019).

Menurut Atabik, proses pendaftaran sertifikasi tanah wakaf bisa dilakukan setelah terjadinya ikrar wakaf di hadapan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) selaku pejabat pembuat akta ikrar wakaf (PPAIW). Kepala KUA akan meminta sertifikat tanah dari wakif dan menerbitkan akta ikrar wakaf (AIW).

Baca juga: Peraturan Menteri Agraria Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pendaftaran Tanah Wakaf

Pada tahun 2017, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Tanah Wakaf. Dalam peraturan itu disebutkan proses pensertifikatan tanah wakaf adalah sebagai berikut:

Pertama, PPAIW atas nama Nazhir menyampaikan AIW atau APAIW dan dokumen-dokumen lainnya yang diperlukan untuk pendaftaran Tanah Wakaf atas nama Nazhir kepada Kantor Pertanahan, dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak penandatanganan AIW atau APAIW. (pasal 2 ayat 2)

Kedua, pemohon mengajukan permohonan kepada kantor BPN setempat dengan melampirkan:

  1. Surat permohonan
  2. Surat ukur
  3. Sertifikat Hak Milik yang bersangkutan atau bukti kepemilikan yang sah
  4. AIW atau APAIW
  5. Surat pengesahan Nazhir yang bersangkutan dari KUA; dan
  6. Surat pernyataan dari Nazhir bahwa tanahnya tidak dalam sengketa, perkara, sita, dan tidak dijaminkan.

Ketiga, Kepala Kantor Pertanahan menerbitkan Sertifikat Tanah Wakaf atas nama Nazhir, dan mencatat dalam Buku Tanah dan sertifikat Hak atas Tanah pada kolom yang telah disediakan. Itulah tiga tahapan dalam proses sertifikasi tanah wakaf untuk mendapatkan sertipikat tanah wakaf di kantor BPN. Informasi selengkapnya dan lebih rinci bisa dilihat dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Tanah Wakaf.

Catatan:

Bila ada yang kurang jelas, silakan hubungi Badan Wakaf Provinsi Sulawesi Tengah melalui surel: bwisulawesitengah@gmail.com

Categories
Panduan Wakaf

Panduan Wakaf Uang

Mengapa harus wakaf uang?

Siapapun Bisa. Kini, orang yang ingin wakaf tidak harus menunggu menjadi kaya. Minimal Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah), anda sudah bisa menjadi wakif (orang yang berwakaf), dan mendapat Sertifikat Wakaf Uang.

Jaringan Luas. Kapan pun dan di manapun anda bisa setor wakaf uang. Mudah bukan? Sebab, BWI telah bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah untuk memudahkan penyetoran.

Uang Tak Berkurang. Dana yang diwakafkan, sepeser pun, tidak akan berkurang jumlahnya. Justru sebaliknya, dana itu akan berkembang melalui investasi yan dijamin aman, dengan pengelolaan secara amanah, bertangung jawab, professional, dan transparan.

Manfaat Berlipat. Hasil investasi dana itu akan bermanfaat untuk peningkatan prasarana ibadah dan sosial, serta kesejahteraan masyarakat (social benefit).

Investasi Akhirat. Manfaat yang berlipat itu menjadi pahala wakif yang terus mengalir, meski sudah meninggal, sebagai bekal di akhirat.

CARA MUDAH WAKAF UANG

Datang Langsung ke kantor salah satu dari 9 Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Penerima Wakaf Uang (PWU) berikut ini:
1. Bank Syariah Mandiri. No. Rek. 0090012345
2. BNI Syariah. No. Rek. 333000003
3. Bank Muamalat. No. Rek. 3012345615
4. Bank DKI Syariah. No. Rek. 7017003939
5. Bank Mega Syariah Indonesia. No. Rek. 10.00011.111
6. Bank BTN Syariah No. Rek. 701.100.2010
7. Bank Bukopin Syariah. No. Rek. 8800 888 108
8. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jogja Syariah
9. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat Syariah
10.Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng Syariah
11.Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau Syariah
12.Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim Syariah

Catatan: Wakaf uang dapat ditransfer melalui ATM ke No. rekening LKS-PWU. Setelah itu, konfirmasi ke LKS-PWU yang bersangkutan. Atau, hubungi BWI Call Service di (021) 87799232, (021) 87799311.

ALUR WAKAF UANG

1. Wakif datang ke LKS-PWU
2. Mengisi akta Ikrar Wakaf (AIW) dan melampirkan fotokopi kartu identitas diri yang berlaku
3. Wakif menyetor nominal wakaf dan secara otomatis dana masuk ke rekening BWI
4. Wakif Mengucapkan Shighah wakaf dan menandatangani AIW bersama dengan:
> 2 orang saksi
> 1 pejabat bank sebagai Pejabat Pembuat AIW (PPAIW)
5. LKS-PWU mencetak Sertifikat Wakaf Uang (SWU)
6. LKS-PWU memberikan AIW dan SWU ke Wakif.

Catatan:

Bila ada yang kurang jelas, silakan hubungi Badan Wakaf Provinsi Sulawesi Tengah melalui surel: bwisulawesitengah@gmail.com

Categories
Panduan Wakaf

Panduan Wakaf Benda Bergerak

Benda Bergerak yang dapat diwakafkan yaitu:

  1. Uang
  2. Logam Mulia
  3. Surat Berharga
  4. Kendaraan
  5. Hak atas Kekayaan Intelektual 
  6. Hak Sewa
  7. Benda bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Cara wakaf benda bergerak, selain uang, belum diatur secara baku. Silahkan hubungi BWI Provinsi Sulawesi melalui surel: bwisulawesitengah@gmail.com

Categories
Panduan Wakaf

Panduan Wakaf Tanah

Benda tidak bergerak yang dapat diwakafkan yaitu:

  1. Hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan peundang-undangan yang berlaku, baik yang sudah maupun yang belum terdaftar. 
  2. Bangunan atau bagian bangunan yang berdiri di atas tanah
  3. Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah
  4. Hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  5. Benda tidak bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

(Pasal 16 ayat 2, UU No. 41 tahun 2004)Tata cara perwakafan tanah milik secara berurutan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Perorangan atau badan hukum yang mewakafkan tanah hak miliknya (sebagai calon wakif) diharuskan datang sendiri di hadapan PPAIW untuk melaksanakan Ikrar Wakaf
2. Calon wakif sebelum mengikrarkan wakaf, terlebih dahulu menyerahkan kepada PPAIW, surat-surat 
sebagai berikut :

a. Sertifikat hak milik atau tanda bukti kepemilikan tanah;
b. Surat Keterangan Kepala Desa diperkuat oleh Camat setempat mengenai kebenaran pemilikan tanah dan tidak dalam sengketa;
c. Surat Keterangan pendaftaran tanah;
d. Ijin Bupati/Walikotamadya c.q. Sub Direktorat Agraria setempat, hal ini terutama dalam rangka tata kota atau master plan city.

3. PPAIW meneliiti surat-surat dan syarat-syarat, apakah sudah memenuhi untuk pelepasan hak atas tanah (untuk diwakafkan), meneliti saksi-saksi dan mengesahkan susunan nadzir.

4. Dihadapan PPAIW dan dua orang saksi, wakif mengikrarkan atau mengucapkan kehendak wakaf itu kepada nadzir yang telah disahkan. 

Ikrar wakaf tersebut diucapkan dengan jelas, tegas dan dituangkan dalam bentuk tertulis (ikrar wakaf bentuk W.1). Sedangkan bagi yang tidak bisa mengucapkan (misalnya bisu) maka dapat menyatakan kehendaknya dengan suatu isyarat dan kemudian mengisi blanko dengan bentuk W.1. 

Apabila wakif itu sendiri tidak dapat menghadap Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), maka wakif dapat membuat ikrar secara tertulis dengan persetujuan dari Kandepag yang mewilayahi tanah wakaf dan kemudian surat atau naskah tersebut dibacakan dihadapan nadzir setelah mendapat persetujuan dari Kandepag dan semua yang hadir dalam upacara ikrar wakaf tersebut ikut menandatangani Ikrar Wakaf (bentuk W.1).

5. PPAIW segera membuat Akta Ikrar Wakaf (bentuk W.2) rangjkap empat dengan dibubuhi materi menurut ketentuan yang berlaku dan selanjutnya, selambat-lambatnya satu bulan dibuat ikrar wakaf, tiap-tiap lembar harus telah dikirim dengan pengaturan pendistribusiannya sebagai berikut:

a. Akta Ikrar Wakaf : 

1) Lembar pertama disimpan PPAIW
2) Lembar kedua sebagai lampiran surat permohonan pendaftaran tanah wakaf ke kantor Subdit Agraria setempat (W.7)
3) Lembar ketiga untuk Pengadilan Agama setempat

b. Salinan Akta Ikrar Wakaf : 

1) Lembar pertama untuk wakif
2) lembar kedua untuk nadzir
3) lembar ketiga untuk Kandep. Agama Kabupatan/Kotamadya
4) lembar keempat untuk Kepala Desa setempat.

Disamping telah membuat Akta, PPAIW mencatat dalam Daftar Akta Ikrar Wakaf (bentuk W.4) dan  menyimpannya bersama aktanya dengan baik.

Sumber: bwi.go.id